terinspirasi dari "Overheard in NY" dan "Nguping Jakarta", akhirnya sodara-sodara..... (drum roll please), new note from me...
sebelum dilanjutkan, secara pribadi saya ingin berterima kasih kepada orang-orang tertentu (apalagi yang merasa dirinya adalah orang tersebut) karena telah mengeluarkan statement yang menginspirasi saya menulis (ups, maksud saya, mengetik) ini.
hampir setiap hari kita sering mendengar orang yang salah ngomong. entah "slip of the tongue" ato emang orang tersebut tidak sadar bahwa orang yang mendengar statement tersebut bisa ngakak guling-guling di lantai. saya gak akan membahas statement-statement seperti "salah jurus" yang sangat menghibur saat lunch di McD sesudah berkeringat main bultang, ato statement "pangeran impian" yang bisa bikin seseorang mukul bola golf dengan benar, ato the most remarkable statement "garfield itu binatang apa?" yang bikin belajar kelompok lebih seru dan akibatnya saya sering disangka gila krn setiap kali ingat satement tersebut saya bisa ketawa sendiri, tak peduli dimana tempatnya.
Walaupun statement-statement di bawah ini mungkin tidak selucu statement-staement di atas, bahkan sedikit mengandung ironi. saya memcoba mengingat lagi staement-statement lain untuk ditulis (sekali lagi maaf, diketik) di part 2.
#1.
di suatu minggu siang, penulis sedang makan siang bersama keluarga. tiba-tiba hape seseorang bunyi. ternyata ada sms. untung orang tersebut tidak memasang ringtone doraemon, sehingga penulis tidak akan distracted oleh statement yang dikeluarkan seseorang di meja tersebut saat si empunya hape ngomong, "huh, sms penipu lagi. ma, kirimin aku pulsa." tiba-tiba seseorang, kita sebut saja X, nyeletuk, "gue juga pernah dapat sms kayak gitu". sounds like an ordinary conversation until X nyeletuk lagi, "yah gue balas aja, sialan loh, piiip, piiip, piiip (bunyi sensor karena kata2 berikut tergolong unrated) ngapain loe ngabisin pulsa segitu banyak trus mau minta lagi. gue balas smsnya kayak gue mo sms anak gue."
i was like "WTH" gile bener, ada orang yang ngomong ke anaknya dengan bahasa "bonbin"... ckckck, i'm not a parent yet, but i'm sure that's not how we suppose to talk to our children. saat mendengar hal tersebut, besar harapan penulis agar si X hanya bercanda.
#2.
agak kurang lucu dan tidak se-dramatis #1. tapi ini benar-benar bikin ngakak. entah ini adalah "gift" ato "curse" (saat ini penulis sedang mengutip Peter Parker, sambil membayangkan lagi adegan terakhir waktu beliau di pemakaman papanya James Franco), seorang penulis biasanya punya imajinasi yang besar.
saat sedang-jalan2 di mall bersama anggota kabinet yang lain. keadaan mall yang sedang crowd gak membuat telinga penulis untuk tidak peka menguping (tanpa disengaja, ini murni suatu kebetulan krn penulis bukanlah seorang stalker yang nguntit target cuma untuk menunggu suatu statement yang lucu) pembicaraan orang-orang di sekitar.
saat sedang boring seboring-boringnya karena belum nemu tiara buat properti pemotretan, tiba-tiba terdengar seorang bapak yang lagi ngomong di hape. "kamu di mana. ke sini aja, itu udah papa parkir di mobil" saya langsung berhenti berjalan. tiba-tiba dunia terasa berjalan begitu lambat saat saya membayangkan mobil bapak tersebut yang juga merangkap tempat parkir. ingin rasanya penulis berbalik dan segera bertanya sama si bapak, "pak, liat diong mobilnya kayak gimana? bapak yakin itu mobil? bukan autobots kan ato decepticons?" (pertanyaan terkahir karena dalam pikiran penulis saat ini adalah, apakah "transformers: dark of the moon" akan diputar di indonesia? dan ya, saya akui, saya memang punya "flight of idea"). tapi setelah dipikir-pikir lagi sebaiknya tidak saya lakukan, karena bisa-bisa saya disangka gila dan segera dirujuk ke RS Ratumbuysang dan dirawat di rauang gaduh gelisah. akhirnya dengan langkah gontai, penulis melanjutkan acara hunting tiara.
so, guys, always remember. jangan pernah sekali-kali mengeluarkan statement-statement sejenis di atas bila tidak ingin statement anda masuk di part 2 dst.
regards, TDPL.
sebelum dilanjutkan, secara pribadi saya ingin berterima kasih kepada orang-orang tertentu (apalagi yang merasa dirinya adalah orang tersebut) karena telah mengeluarkan statement yang menginspirasi saya menulis (ups, maksud saya, mengetik) ini.
hampir setiap hari kita sering mendengar orang yang salah ngomong. entah "slip of the tongue" ato emang orang tersebut tidak sadar bahwa orang yang mendengar statement tersebut bisa ngakak guling-guling di lantai. saya gak akan membahas statement-statement seperti "salah jurus" yang sangat menghibur saat lunch di McD sesudah berkeringat main bultang, ato statement "pangeran impian" yang bisa bikin seseorang mukul bola golf dengan benar, ato the most remarkable statement "garfield itu binatang apa?" yang bikin belajar kelompok lebih seru dan akibatnya saya sering disangka gila krn setiap kali ingat satement tersebut saya bisa ketawa sendiri, tak peduli dimana tempatnya.
Walaupun statement-statement di bawah ini mungkin tidak selucu statement-staement di atas, bahkan sedikit mengandung ironi. saya memcoba mengingat lagi staement-statement lain untuk ditulis (sekali lagi maaf, diketik) di part 2.
#1.
di suatu minggu siang, penulis sedang makan siang bersama keluarga. tiba-tiba hape seseorang bunyi. ternyata ada sms. untung orang tersebut tidak memasang ringtone doraemon, sehingga penulis tidak akan distracted oleh statement yang dikeluarkan seseorang di meja tersebut saat si empunya hape ngomong, "huh, sms penipu lagi. ma, kirimin aku pulsa." tiba-tiba seseorang, kita sebut saja X, nyeletuk, "gue juga pernah dapat sms kayak gitu". sounds like an ordinary conversation until X nyeletuk lagi, "yah gue balas aja, sialan loh, piiip, piiip, piiip (bunyi sensor karena kata2 berikut tergolong unrated) ngapain loe ngabisin pulsa segitu banyak trus mau minta lagi. gue balas smsnya kayak gue mo sms anak gue."
i was like "WTH" gile bener, ada orang yang ngomong ke anaknya dengan bahasa "bonbin"... ckckck, i'm not a parent yet, but i'm sure that's not how we suppose to talk to our children. saat mendengar hal tersebut, besar harapan penulis agar si X hanya bercanda.
#2.
agak kurang lucu dan tidak se-dramatis #1. tapi ini benar-benar bikin ngakak. entah ini adalah "gift" ato "curse" (saat ini penulis sedang mengutip Peter Parker, sambil membayangkan lagi adegan terakhir waktu beliau di pemakaman papanya James Franco), seorang penulis biasanya punya imajinasi yang besar.
saat sedang-jalan2 di mall bersama anggota kabinet yang lain. keadaan mall yang sedang crowd gak membuat telinga penulis untuk tidak peka menguping (tanpa disengaja, ini murni suatu kebetulan krn penulis bukanlah seorang stalker yang nguntit target cuma untuk menunggu suatu statement yang lucu) pembicaraan orang-orang di sekitar.
saat sedang boring seboring-boringnya karena belum nemu tiara buat properti pemotretan, tiba-tiba terdengar seorang bapak yang lagi ngomong di hape. "kamu di mana. ke sini aja, itu udah papa parkir di mobil" saya langsung berhenti berjalan. tiba-tiba dunia terasa berjalan begitu lambat saat saya membayangkan mobil bapak tersebut yang juga merangkap tempat parkir. ingin rasanya penulis berbalik dan segera bertanya sama si bapak, "pak, liat diong mobilnya kayak gimana? bapak yakin itu mobil? bukan autobots kan ato decepticons?" (pertanyaan terkahir karena dalam pikiran penulis saat ini adalah, apakah "transformers: dark of the moon" akan diputar di indonesia? dan ya, saya akui, saya memang punya "flight of idea"). tapi setelah dipikir-pikir lagi sebaiknya tidak saya lakukan, karena bisa-bisa saya disangka gila dan segera dirujuk ke RS Ratumbuysang dan dirawat di rauang gaduh gelisah. akhirnya dengan langkah gontai, penulis melanjutkan acara hunting tiara.
so, guys, always remember. jangan pernah sekali-kali mengeluarkan statement-statement sejenis di atas bila tidak ingin statement anda masuk di part 2 dst.
regards, TDPL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar