Tulisan ini sebenarnya sudah lama saya buat.
Saat menulis ini, saya baru selesai membaca blog seorang anak sma 6 mahakam tentang "keributan" di lingkungan sekolahnya karena sejumlah pencari berita yang menurut dia sangat mengganggu kegiatan belajar di sekolahnya menyusul kejadian tawuran antara sma 6 dan sma 70. Blog ini tidak sengaja saya dapat. Sebenarnya ini blog yang direkomendasikan oleh Radit lewat twitter.
Ini nih link-nya : http://monkeydonkeyrules.blogspot.com/2011/09/sulutan-api-di-bumi-mahakam.html
Banyak hal yang sangat saya sukai dari cara penulisan Indra (si empunya blog). Walaupun kesannya berat sebelah (Indra tampaknya terlalu membela sekolahnya, tapi saya tidak menyalahkan Indra untuk hal ini), Indra menulis dengan gaya yang baik, dengan kata-kata yang bagus tapi mudah dicerna (tampaknya hal ini yang bikin Radit merekomendasikan tulisan Indra).
Ada beberapa hal yang sangat saya sayangkan. Saat saya mulai membaca komen-komen yang diberikan orang untuk tulisan Indra. 50% komentator memberikan komentar berupa pujian atas tulisan Indra yang bagus. Tapi setengah lagi hanya "menyampah". Sangat disayangkan jika kita membaca tulisan yang benar-benar bagus, tapi kita tidak memberi apresiasi kepada si penulis, tapi kita malahan memberi komentar yang bukan hanya tidak berhubungan dengan tulisan tersebut tapi juga komentar yang bersifat "memprovokasi" pemberi komentar atau bahkan pembaca blog lainnya, komentar yang hanya ditulis berdasarkan emosi si pembaca hingga terjadi adu komentar, tanpa menghiraukan arti dari tulisan tersebut sebenarnya. Beberapa komentar yang menyudutkan Indra juga beberapa kali muncul. Komentar-komentar tersebut saya duga ditulis oleh wartawan yang entah sengaja atau kebetulan membaca tulisan Indra. Jika para wartawan merasa punya kebebasan untuk mencari berita karena dilindungi UU. Sebagai seorang warga negara Indonesia, saya yakin Indra juga punya kebebasan untuk menyatakan pendapat.
Hal lain yang saya sesali adalah, tindakan "semau gue" para pencari berita yang mengatasnamakan undang-undang kebebasan pers. Yang mungkin tanpa mereka sadari bisa merugikan orang-orang lain. Contohnya adalah kejadian yang ditulis Indra dalam blognya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya bagi para siswa sekolah tersebut untuk belajar dalam keadaan ribut karena para pencari berita yang berkumpul di lingkungan sekolah, berteriak minta pihak sekolah memberi keterangan, naik ke atap sekolah, mengganggu siswa yang hendak pulang.
Maaf jika saya juga kesannya membela pihak sekolah Indra.
Mengenai masalah perampasan kaset rekaman oleh seorang siswa, yang menurut saya merupakan tindakan yang disulut emosi. Saya tidak membenarkan tindakan siswa tersebut, tapi sangat disayangkan jika masalah itu terlalu dibesar-besarkan sementara masih ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan oleh kita semua. Apalagi siswa tersebut hanya seorang remaja yang berusia belasan tahun dengan kecenderungan bertindak impulsif.
Indra sempat menulis bahwa ia mengurungkan niatnya untuk menjadi wartawan setelah kejadian ini. Sangat disayangkan bila perbuatan orang-orang tertentu digeneralisasikan menjadi sifat dari suatu kelompok pekerjaan. Saya yakin walaupun hanya sedikit, ada beberapa pencari berita yang tetap bertindak sebagai profesional dan bukan pembuat sensasi.
*thank you Radit for the recomendation, thank you for all who inspire me to write*
Ini nih link-nya : http://monkeydonkeyrules.blogspot.com/2011/09/sulutan-api-di-bumi-mahakam.html
Banyak hal yang sangat saya sukai dari cara penulisan Indra (si empunya blog). Walaupun kesannya berat sebelah (Indra tampaknya terlalu membela sekolahnya, tapi saya tidak menyalahkan Indra untuk hal ini), Indra menulis dengan gaya yang baik, dengan kata-kata yang bagus tapi mudah dicerna (tampaknya hal ini yang bikin Radit merekomendasikan tulisan Indra).
Ada beberapa hal yang sangat saya sayangkan. Saat saya mulai membaca komen-komen yang diberikan orang untuk tulisan Indra. 50% komentator memberikan komentar berupa pujian atas tulisan Indra yang bagus. Tapi setengah lagi hanya "menyampah". Sangat disayangkan jika kita membaca tulisan yang benar-benar bagus, tapi kita tidak memberi apresiasi kepada si penulis, tapi kita malahan memberi komentar yang bukan hanya tidak berhubungan dengan tulisan tersebut tapi juga komentar yang bersifat "memprovokasi" pemberi komentar atau bahkan pembaca blog lainnya, komentar yang hanya ditulis berdasarkan emosi si pembaca hingga terjadi adu komentar, tanpa menghiraukan arti dari tulisan tersebut sebenarnya. Beberapa komentar yang menyudutkan Indra juga beberapa kali muncul. Komentar-komentar tersebut saya duga ditulis oleh wartawan yang entah sengaja atau kebetulan membaca tulisan Indra. Jika para wartawan merasa punya kebebasan untuk mencari berita karena dilindungi UU. Sebagai seorang warga negara Indonesia, saya yakin Indra juga punya kebebasan untuk menyatakan pendapat.
Hal lain yang saya sesali adalah, tindakan "semau gue" para pencari berita yang mengatasnamakan undang-undang kebebasan pers. Yang mungkin tanpa mereka sadari bisa merugikan orang-orang lain. Contohnya adalah kejadian yang ditulis Indra dalam blognya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya bagi para siswa sekolah tersebut untuk belajar dalam keadaan ribut karena para pencari berita yang berkumpul di lingkungan sekolah, berteriak minta pihak sekolah memberi keterangan, naik ke atap sekolah, mengganggu siswa yang hendak pulang.
Maaf jika saya juga kesannya membela pihak sekolah Indra.
Mengenai masalah perampasan kaset rekaman oleh seorang siswa, yang menurut saya merupakan tindakan yang disulut emosi. Saya tidak membenarkan tindakan siswa tersebut, tapi sangat disayangkan jika masalah itu terlalu dibesar-besarkan sementara masih ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan oleh kita semua. Apalagi siswa tersebut hanya seorang remaja yang berusia belasan tahun dengan kecenderungan bertindak impulsif.
Indra sempat menulis bahwa ia mengurungkan niatnya untuk menjadi wartawan setelah kejadian ini. Sangat disayangkan bila perbuatan orang-orang tertentu digeneralisasikan menjadi sifat dari suatu kelompok pekerjaan. Saya yakin walaupun hanya sedikit, ada beberapa pencari berita yang tetap bertindak sebagai profesional dan bukan pembuat sensasi.
*thank you Radit for the recomendation, thank you for all who inspire me to write*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar